Tentang Puitisasi Katasm_

Hi... Salam kenal, dari aku yang senang menulis dan merangkai kata bak pujangga, ahiw atau istilah lain sering disamakan dengan anak senja atau mungkin anak indie yang senang menyisipkan secangkir kopi dan kalimat semesta pada bait ceritanya haha waduwaduu..

Bukan itu sepertinya konsepnya, kadang seseorang yang memiliki hobi untuk menulis dan menata kata tidak selalu yang dalam real lifenya adalah seseorang yang bijaksana atau hidupnya penuh dengan drama, yang marah, sedih, kecewa dan bahagianya ditulis seperti puisi, menjelaskan masalahnya dengan mandayu-dayu lalu kadang disangka pintar merayu. 
Ya.. mungkin sebagian orang bisa menerapkannya dikehidupan sosialnya yang lantas selalu terlihat bijak dalam setiap nasihat yang dituangkannya dan selalu terlihat manis saat memuji atau mengagumkan sesuatu. ada juga yang di anggap lebay/berlebihan oleh kelompok lain yang mungkin tidak terlalu menyukai kalimat2 yang terangkai sedemikan rupa Seperti terlalu formal dan serius bak di negri dongeng dan lebih menyukai kalimat santai yang tidak terlalu mendramatisir sebuah kondisi dan situasi yang terlansir.

Dan ini perlu diluruskan dan digaris bawahi bahwa setiap yang senang dengan menulis atau merangkai kata-kata menjadi sebuah kalimat bijak ataupun berpuisi menurut aku pribadi itu adalah seni yang tumbuh pada diri seseorang seperti bakat lain yang banyak dimiliki orang2. Menulis dan berpuitisasi adalah juga bakat dan sebuah kesenangan tersendiri, kadang dengan menulis atau membuat rangkaian kata menjadi sebuah kalimat sederhana yang tertata dan dimaknai dengan apa yang terlintas di kepala menjadi sebuah hobi yang membangun mengembangkan imajinasi. dan jelas yang tertulis tidak semua mesti pengalaman pribadi kadang kita belajar dari sekitar dan apapun kemungkinan yang kita pikir bisa saja terjadi dikehidupan kita. 

Kepuasan tersendiri rasanya bisa merangkai bait demi bait kata yang terlintas dikepala lalu disusun nya menjadi sebuah karya baik itu puisi atau sebuah kata2 motivasi atau mungkin kalimat2 patah hati lainnya. Bagiku tidak masalah jika karya ku tidak banyak dilihat orang tujuanku menulis ya agar imajinasi yang kutuangkan terkenang, bahwa aku pernah menulis ini dan membuatnya menjadi karyaku meski tidak sehebat sastrawan2 besar lain, karyaku setidaknya bisa kunikmati sendiri dan syukur2 diterima orang yang kemudian ikut membacanya dikemudian hari. 

Dan menurutku dengan aku menuangkan hobiku ini membuat imajinasiku terus hidup, otaku ikut bekerja cepat mencari kata agar setiap kalimat tertata dengan tepat dan berusaha ada makna yang bermanfaat di dalamnya. 
Meski aku sendiri kadang lupa dan tidak hafal di luar kepala semua yang sudah kutulis tapi setidaknya aku bisa melihat dan membacanya kembali setiap saat ketika kalimat kalimat itu aku abadikan dalam sebuah tulisan dan sebagian aku bagikan di laman sosialku.

Sebenarnya aku juga bingung kenapa aku memiliki kesenangan seperti ini padahal jika kamu tahu kehidupan pribadiku yang pecicilan bicara asal asalan dan kadang jadi objek tertawaan orang orang yang dekat denganku mungkin banyak yang tidak percaya sisi lain yang kadang aku sendiri heran kenapa aku bisa melakukannya.

Dulu memang sempat beberapa kali ikut lomba puisi karena kesukaan ku pada sastra itu memang sudah dari lama kutekuni, beberapa kali menulis puisi yang lalu ku sampaikan sendiri di acara2 pentas seni sekolah, pernah juga di ajak main theater seni yang juga di dalamnya aku memerani untuk membacakan musicaly puisi. beragam ekspresi berteriak, tertawa terbahak atau menangis di panggung aku pernah melakoninya dan sungguh aku selalu memiliki kepuasan tersendiri saat usai melakukannya.

Dan itu yang kemudian mendasarinya memiliki ketertarikan pada puitisasi dan kalimat2 motivasi yang sering ku tuangkan saat waktu luang . Ya meski kini tak seserius dulu tapi sesempat mungkin saat bosan atau kadang tiba ada satu dua inspirasi yang melintas di kepala aku berusaha tuangkan sebagai rasa terimakasih dan caraku mengahargai pikiranku sendiri aku apresiasikan dengan mengabadikannya menjadi sebuah karya seni yang ku tulis. Dan motivasi lainku dalam membuat dan mengabadikannya di laman sosial adalah aku yakin bahwa kelak ketika aku tak lagi bisa berfikir dan tidak mampu lagi berbicara di bumi ini, ada kenang yang bisa ku tinggal dan orang-orang masih bisa membacanya sebagai karyaku sebagai keabadian kata dariku, dari fikirku, dan dari imajinasiku selama hidup saat kenangan tentangku kelak bisa saja lekas meredup.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berarahlah