Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

Tentang Puitisasi Katasm_

Hi... Salam kenal, dari aku yang senang menulis dan merangkai kata bak pujangga, ahiw atau istilah lain sering disamakan dengan anak senja atau mungkin anak indie yang senang menyisipkan secangkir kopi dan kalimat semesta pada bait ceritanya haha waduwaduu.. Bukan itu sepertinya konsepnya, kadang seseorang yang memiliki hobi untuk menulis dan menata kata tidak selalu yang dalam real lifenya adalah seseorang yang bijaksana atau hidupnya penuh dengan drama, yang marah, sedih, kecewa dan bahagianya ditulis seperti puisi, menjelaskan masalahnya dengan mandayu-dayu lalu kadang disangka pintar merayu.  Ya.. mungkin sebagian orang bisa menerapkannya dikehidupan sosialnya yang lantas selalu terlihat bijak dalam setiap nasihat yang dituangkannya dan selalu terlihat manis saat memuji atau mengagumkan sesuatu. ada juga yang di anggap lebay/berlebihan oleh kelompok lain yang mungkin tidak terlalu menyukai kalimat2 yang terangkai sedemikan rupa Seperti terlalu formal dan serius bak di negri don...

Perihal ♥

Sempat berfikir bahwa cinta itu rasa yang timbul secara tiba-tiba banyak yang bilang ada cinta pada pandangan pertama kukira itu tidak ada karena pada dasarnya cinta itu perihal terbiasa. Jika pada pandang pertama menurutmu itu cinta kurasa itu berlebihan. Rasa yang awalnya keluar dari pertama melihat seseorang mungkin bisa saja baru pada batasan suka belum sampai pada perasaan yang dinamakan itu cinta.  Lantas apa itu cinta ? Hmm... Banyak orang menyimpulkan dengan argumennya masing-masing tapi menurutku cinta itu adalah perihal kebiasaan. Kadang sulit membedakan antara cinta, sayang ataupun suka tapi pada dasarnya semua saling berkaitan .  Membiasakan saling menyayangi dalam hal perhatian ataupun tindakan, merasa dilindungi dan di istimewakan mungkin itu yang membuat suatu kebiasaan kemudian dinamakan cinta. Kadarnya mungkin tidak selalu sama tapi selama masih ada, biarkan ia tumbuh dan menyesuaikan diri dengan segala situasi agar saat menemui kecewa atau di uji dengan berba...

Berarahlah

Nyatanya semua ada masanya tidak ada yang berjalan selama-lamanya hidupmu akan berubah tanpa kau sadari semua butuh penyusuaian dan butuh penyelesaian.  Kau hidup dibumi yang luas tapi pikiran yang sempit, melewatkan berjuta kesempatan, melelang mimpi besar hanya karena nyaman yang kian menyamar.  Sudah tidak dipungkiri kau selalu ingin bersenang tanpa berfikir kelak kau tak selalu bisa menikmati senang dengan tenang. Terlalu terburu ingin menikmati tanpa disadari kau menemui pilihan tuk mengakhiri. Kau tau benar ini bagian dari cerita hidup dan tentu takdir dari tuhan yang ikut andil mengaturmu dengan adil. Kapan kau harus memulai dan kapan kau akan selesai.  Namun tak demikian tentang pilihan, kau yang kuasa akannya, akan apa yang kau pilih dan kapan kau beralih menuju sesuatu yang mestinya kau tuju dan kau raih. Ada target supaya kelak tak membuatmu kaget tentang tujumu yg belum satupun terwujud diwaktu yg semestinya cukup untuk menyicil satu persatu hingga tercakup....

Detik

Detik di dinding itu kulihat berjalan pelan Berlalu tak ku hiraukan,  Apalagi ketika malam Aku ingin sekali memutarnya untuk segera pagi Agar bisa segera bermain Tertawa menghabiskan hari bersama kawan sambil berlari. Tapi itu dulu, duluu sekali saat tinggiku masih seperempat tinggi ayahku. Kini tak lagi demikian . Detik itu kurasa melaju terlalu cepat Tak terkejar dimensi ingatku yg padat Detik itu membohongiku Menyita hidupku terlalu kilat Memperdayaku dari masa ke masa Membuatku tak sadar Jika hidupku bisa saja sebentar. Kini detik di dinding itu menjadi ancamanku. Setiapnya berlalu, menghantuiku pada perasaan kesia-siaan. Pada ketidaksadaranku yang sedaridulu tidak menghargai waktu. Bahkan sampai saat ini. Kini detik itu mengantarkanku pada kedewasaan Pada fikirku yg lebih panjang kedepan Bahwa aku akan menua bersama waktu yg berlalu. Dan pula akan hilang saat waktuku dipanggil pulang. -sm