Detik
Detik di dinding itu kulihat berjalan pelan
Berlalu tak ku hiraukan,
Apalagi ketika malam
Aku ingin sekali memutarnya untuk segera pagi
Agar bisa segera bermain
Tertawa menghabiskan hari bersama kawan sambil berlari.
Tapi itu dulu, duluu sekali saat tinggiku masih seperempat tinggi ayahku.
Kini tak lagi demikian .
Detik itu kurasa melaju terlalu cepat
Tak terkejar dimensi ingatku yg padat
Detik itu membohongiku
Menyita hidupku terlalu kilat
Memperdayaku dari masa ke masa
Membuatku tak sadar
Jika hidupku bisa saja sebentar.
Kini detik di dinding itu menjadi ancamanku.
Setiapnya berlalu,
menghantuiku pada perasaan kesia-siaan.
Pada ketidaksadaranku yang sedaridulu tidak menghargai waktu.
Bahkan sampai saat ini.
Kini detik itu mengantarkanku pada kedewasaan
Pada fikirku yg lebih panjang kedepan
Bahwa aku akan menua bersama waktu yg berlalu.
Dan pula akan hilang saat waktuku dipanggil pulang.
-sm
Komentar
Posting Komentar